You know how it feels, ketika kamu ditolak oleh impian kamu. Ketika kamu udah mengorbankan segalanya buat impian kamu itu, mulai dari materi, tenaga dan otak, tapi hasilnya nihil. Kamu nggak mendapatkan mimpi kamu itu. Ketika kamu bela-belain nggak tidur demi belajar. Di dalam otak kamu, apapun saya lakuin asal bisa dapetin kamu! Kamu disini adalah —> impian, dream, cita-cita.
Tapi saya sadar, rencana saya nggak selamanya adalah rencana Tuhan. Rencana saya belom tentu baik untuk masa depan saya, kedepannya. Saya masih bisa bersyukur saat tulisan di web itu bilang saya nggak bisa diterima di universitas itu. Saya bersyukur saya bukan orang yang gampang depresi, yang mungkin aja langsung bisa bunuh diri kalo ngeliat tulisan yg amat sangat menyakitkan itu.
Saya nggak tau apa jawaban atas doa saya selama ini. Karena saya diajarkan, Tuhan menjawab doa umatNya dengan tiga pilihan : ya, tidak, tunggu.
Saya masih akan mencoba, siapa tahu Tuhan menjawab tunggu untuk doa saya. Siapa tahu Tuhan belom liat keseriusan dan keuletan saya. Siapa tahu tahun depan Tuhan luluh dengan kemauan keras saya. Kamu masih mungkin jodoh saya, kamu masih mungkin tempat belajar saya selanjutnya.